Rabu, 01 Juni 2011

Pendekatan Keterampilan Proses

klik judul untuk mendownload file lengkapnya

Konsepsi tentang belajar saat ini mengalami perubahan, sejalan dengan perubahan pandangan tentang hahekat ilmu pengetahuan yang dimotori oleh filsafat konstruktivisme. Seseorang yang belajar itu pada dasarnya adalah membentuk pengertian. Interpretasi siswa terhadap lingkungan merupakan aktifitas yang penting untuk membentuk pengetahuan baru dalam diri kognisi siswa. Orang yang belajar tidak sekedar meniru atau mencerminkan yang diajarkan atau yang dibaca, melainkan secara aktif membentuk pengertian.  
Bertolak dari pandangan konstruktivisme, Pertama, belajar sebagai proses konstruksi, yaitu aktifitas siswa untuk membangun pengetahuan, representasi internal terhadap pengalaman. Kedua, belajar merupakan suatu proses aktif mengembangkan makna berdasarkan pengalaman. Ketiga, belajar merupakan interpertasi terhadap lingkungan melalui perbedaan struktur atau skema sehingga terjadi pemaknaan baru. Terjadinya belajar  mempersyaratkan individu–siswa berhadapan dengan pengalaman dan dari interaksinya dengan pengalaman belajarnya  tersebut, sebagai hasilnya individu siswa menemukan makna 
Sejalan dengan hahekat belajar sebagaimana dijelaskan di atas, pada dasarnya pembelajaran merupakan proses membelajarkan anak. Menggarisbawahi  mekanisme terjadinya belajar. Sedikitnya dua hal penting yang perlu diaktualisasikan dalam mewujudkan proses pembelajaran, (1) tersedianya seperangkat pengalaman belajar ( informasi baru ataupun pengalaman langsung) yang mencakup substansi dan aktivitas ( prosedur dan alat  bantu), yang mampu menjadi pemicu terjadinya proses belajar pada anak, (2) penstrukturisasian pembelajaran secara didaktis yang mampu memfasilitasi bagi kemudahan anak dalam pembentukan makna (pengertian). Berkait dengan dua hal itu, maka model pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses menjadi salah satu acuan dalam pembelajaran saat ini.
Dalam dunia pendidikan saat ini dikenal adanya metode pembelajaran ketrampilan proses yang merupakan salah satu cara/strategi  belajar mengajar yang menuntut keaktifan dan partisipasi subyek didik seoptimal mungkin. Hal ini bertujuan agar siswa mampu mengubah tingkah lakunya secara lebih efektif dan efisien. Pendekatan pembelajaran ini sangat menekankan pada proses pembentukan pengetahuan siswa secara langsung, artinya siswa dilibatkan dalam pengamatan, pengklasifikasian dan mengkomunikasikan hasil belajarnya.




Untuk lebih lanjutnya…….
1.    Pastikan anda menjadi pengikut blog ini
2.    Kirim email ke: sangajimbojo@gmail.com atau ranggambojo@ymail.com
3.    Gabung di facebook dengan alamat email di atas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar